2019 Di Antara Salam Dua Jari
Politik di Indonesia saat ini sedang dalam ramai-ramainya. Pasalnya pada tahun 2019 yang akan datang, semua rakyat Indonesia akan menggunakan hak pilihnya di pesta demokrasi lima tahunan nanti, yakni Pemilihan Presiden (Pilpres) yang dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019. Masyarakat akan memilih pemimpin untuk negaranya yang sesuai dengan apa yang diinginkannya terhadap program dan kinerja kerja dari masing-masing pasangan calon presiden nanti. Seperti kita ketahui, untuk pasangan calon nomor urut 1 dihuni oleh capres Joko Widodo dan cawapresnya KH. Ma’ruf Amin, sedangkan pasangan calon nomor urut 2 diduduki oleh capres Prabowo Subianto dan cawapresnya Sandiaga Salahuddin Uno.
Arief Budiman; selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum mengatakan “Paslon presiden Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin pada nomor urut 1, dan paslon Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno pada nomor urut 2.”
Pemilihan presiden ini bisa disebut dengan Pilpres Part II. Dimana dalam pilpres ini, akan mempertemukan dua pejuang negara dalam memperebutkan satu tahta tertinggi di Indonesia; Presiden. Yah, siapa lagi kalau bukan Joko Widodo vs Prabowo Subianto.
Salam Dua Jari No. 1
Presiden saat ini; Joko Widodo kembali menyalonkan sebagai presiden untuk masa khidmat 2019 - 2024. Tetapi, pada pilpres kali ini, Joko Widodo didampingi oleh KH. Ma’ruf Amin untuk menjadi cawapresnya, sebagaimana yang telah dideklarasikan pada 9 Agustus 2018 lalu. Seperti yang kita ketahui, bahwa KH. Ma’ruf Amin merupakan ulama yang kharismatik sekaligus politisi Indonesia. Berbeda halnya dengan pilpres tahun 2014 lalu, dimana Joko Widodo berduet dengan Jusuf Kalla.
Pada pilpres kali ini, capres Joko Widodo dan cawapres KH. Ma’ruf Amin mendapatkan nomor urut 1. Berbeda dengan yang sebelumnya, pada pilpres 2014 Joko Widodo bernomor-urutkan 2.
Kemungkinan, selama masa kampanye nanti, para pengusung dari kubu paslon nomor urut 1 ini, bisa saja menggunakan salam dua jari. Dimana arti salam dua jari bagi para pendukung petahana Joko Widodo ini adalah salam dua periode. Yah, seperti kita ketahui bahwa saat ini Joko Widodo masih menjabat sebagai Presiden Indonesia sampai 2019. Dan pada pilpres nanti, dia menyalonkan lagi sebagai calon presiden masa 2019 – 2024. Yang kemungkinan jika dia kembali lagi menjadi presiden 2019 – 2024, berarti dia akan merasakan dua periode menjadi seorang pemimpin untuk negara Indonesia.
Salam Dua Jari No. 2
Tahun 2014 silam, kita tahu bahwa Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Hatta Rajasa menyalonkan sebagai presiden dan wakil presiden masa 2014 – 2019 dengan nomor urut 1. Namun, saat itu pasangan nomor urut 1 ini kalah dari pasangan nomor urut 2, yakni Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Tetapi, lain dahulu lain pula yang baru. Untuk saat ini, Prabowo Subianto yang berduetkan dengan Sandiaga Salahuddin Uno mendapatkan nomor urut 2, sebagaimana berdasarkan hasil pengundian yang dilaksanakan di Kantor KPU RI, Jakarta pada Jum’at (21/9/2018) malam lalu.
Salam dua jari bisa saja terjadi di kubu para pendukung Prabowo-Sandiaga Uno pada kampanye nanti. Pasalnya capres Prabowo dan cawapres Sandiaga Uno ini bernomor urutkan 2, yang berarti salam untuk nomor urut 2.
Salam dua jari di kubu Prabowo-Sandiaga Uno ini sangat lah lebih mudah diingat di telinga masyarakat dibanding dengan salam dua jari dari paslon nomor urut 1. Dimana salam dua jari dari paslon nomor urut 2 ini digunakan dengan tujuan supaya masyarakat memilih dan mencoblos paslon nomor 2.
Mohammad Taufik; salah satu anggota tim sukses paslon nomor urut 2 mengatakan “Ini tangan Tuhan, partainya nomor dua, capresnya pun nomor dua. Jadi, dapat angka ini lebih memudahkan berkomunikasi dengan masyarakat. Jadi, ini keuntungan juga buat Gerindra.”
Di samping itu, Mohammad Taufik juga menilai bahwa nomor 2 juga memudahkan masyarakat untuk memilihnya, dikarenakan posisi gambar yang berada di sebelah kanan. “Dua itu kan sebelah kanan di posisi gambar pada kertas suara. Kalau nomor 1, satu periode itu sudah cukup,” tuntasnya.
Sungguh menarik memang, bagaimana situasi dan kondisi politik di Indonesia yang sekarang terjadi. Berbagai argumen yang saling menguatkan dari masing-masing kubu pasangan calon presiden sudah dilontarkan, guna menarik simpati kepada masyarakat agar memilih satu di antara keduanya. Namun, pada hakikat yang sebenarnya, arti salam dua jari bukanlah seperti apa yang dijelaskan sebelumnya, melainkan banyak arti dan banyak versi dari masing-masing individu. Oleh karena itulah, kita selaku warga Indonesia sepatutnya mempertimbangkan terlebih dahulu sebelum memilih dan menetapkan capres-cawapres pada pemilihan presiden tahun 2019 nanti. Karena, pilihan kita lah yang akan menentukan bagaimana kondisi negara Indonesia untuk masa yang akan datang.

Comments
Post a Comment